Search

Di Rumah Banyak Nyamuk

“Banyak nyamuk di rumahku, karena  kamu malas bersih-bersih...”

Bunda tentu  tidak asing lagi dengan penggalan lirik lagu anak-anak tersebut, bukan? Isi lagu itu  ada benarnya lho, Bun! Melalui gigitan nyamuk, Si Kecil dapat  saja terkena pelbagai  jenis penyakit. Apa saja penyakit-penyakit tersebut? Yuk, periksa  di sini.

Meski berukuran kecil, nyamuk bukanlah fauna  yang dapat  dianggap sepele. Hal ini karena melulu  melalui gigitannya saja, pelbagai  penyakit dan masalah kesehatan dapat  menyerang buah hati Bunda.



Kumpulan  Penyakit yang Disebabkan oleh Gigitan Nyamuk
Umumnya, nyamuk yang tidak jarang  menggigit manusia ialah  nyamuk betina. Hal ini dilaksanakan  oleh nyamuk betina guna  mendapatkan protein dan zat besi yang terdapat  di dalam darah guna  memproduksi telurnya.

Keluhan yang sering diakibatkan  oleh gigitan nyamuk ialah  munculnya rasa gatal dan munculnya  bentol-bentol di kulit. Tapi tidak saja  itu Bun! Ada sejumlah  penyakit yang dapat  menyebar melewati  gigitan nyamuk, seperti:

1. Demam berdarah
Bunda tentu telah  tidak asing dengan DBD atau demam berdarah dengue. Penyakit ini diakibatkan  oleh virus Dengue yang masuk ke tubuh melewati  gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Saat terinfeksi virus Dengue Si Kecil dapat  mengalami sejumlah  keluhan dan gejala, seperti:

Demam tinggi.
Sakit kepala berat.
Nyeri pada unsur  belakang mata.
Ruam kulit berupa bintik-bintik merah.
Kelelahan.
Mual dan muntah.
Nyeri sendi dan otot yang lumayan  parah.
Penyakit ini tidak boleh dirasakan  sepele dan membutuhkan  pemantauan cermat  dari dokter. Tanpa perawatan yang tepat, DBD dapat berdampak  fatal.

2. Malaria
Penyakit yang diakibatkan  oleh parasit Plasmodium ini seringkali  disebarkan melewati  gigitan nyamuk Anopheles. Saat terinfeksi parasit ini, Si Kecil dapat  mengalami gejala, laksana  demam, menggigil, berkeringat, dan sakit kepala. Bahkan, beberapa  anak dapat  mengalami anemia berat pun  gangguan pernapasan.

Biasanya fenomena  dan keluhan penyakit malaria akan hadir  pada 10-15 hari sesudah  gigitan nyamuk. Penyakit malaria membutuhkan  penanganan segera, karena dapat  membahayakan nyawa Si Kecil.

3. Chikungunya
Chikungunya ialah  infeksi virus yang diakibatkan  oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit chikungunya ditandai dengan demam dan nyeri sendi mendadak, yang menciptakan  penderitanya susah  bergerak.

Gejala-gejala itu  biasanya dilangsungkan  sekitar satu minggu. Namun pada beberapa  penderita, nyeri sendi bisa dilangsungkan  selama berbulan-bulan.

4. Virus zika
Sama laksana  penyakit chikungunya dan demam berdarah, virus zika ditularkan melewati  gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Adapun fenomena  yang barangkali  timbul mencakup  muncul ruam pada kulit, gatal di semua  tubuh, sakit kepala, demam tinggi, nyeri sendi dan otot, mata merah atau konjungtivitis, nyeri di unsur  belakang mata, serta bisa jadi  terjadi pembengkakan di persendian tangan dan kaki.

Jika infeksi virus zika terjadi pada ibu hamil, bisa  terjadi penambahan  risiko kecacatan pada janin.

Melindungi Si Kecil dari Gigitan Nyamuk
Mengingat bahaya dari sejumlah  penyakit yang dapat  ditularkan melewati  gigitan nyamuk, Bunda butuh  melakukan sejumlah  langkah pencegahan berikut supaya  Si Kecil terhindar dari gigitan nyamuk :

Pasang kelambu di kasur Si Kecil untuk menangkal  gigitan nyamuk.
Gunakan losion antinyamuk yang aman dan diciptakan  dengan formulasi khusus guna  anak-anak.
Sebisa barangkali  kenakan pakaian yang nyaman dan yang dapat  menutupi semua  tubuh Si Kecil ketika  Bunda bakal  mengajaknya ke luar rumah.
Selain tersebut  selalu jaga kesucian  di rumah, singkirkan pula wadah atau lokasi  yang dapat  menampung genangan air supaya  nyamuk tidak dapat  berkembang biak. Jangan ragu membawa   Si Kecil ke dokter andai  ia merasakan  keluhan laksana  yang dipaparkan di atas.

Post a Comment

0 Comments