Search

Ternyata Tidur Bersama Orang Tua

Mungkin ada beberapa orang  tua merasa nyaman saat  tidur seranjang bareng  bayi. Padahal, kelaziman  ini me sti dihindari karena dapat  menimbulkan risiko riskan  pada Si Kecil. Apa saja bahayanya andai  bayi tidur bareng  orang tua?

Salah satu risiko riskan  yang tidak jarang  terjadi saat  bayi istirahat  seranjang bareng  orang tuanya ialah  sudden infant death syndrome (SIDS) atau yang anda  kenal dengan sebutan sindrom kematian seketika  pada bayi.



Kaitan Tidur Bersama Bayi dan Risiko SIDS
Sebagian orang tua memandang  istirahat  seranjang dengan bayinya bisa  memperkuat ikatan batin. Memang benar, tapi butuh  Bunda pahami bahwa urusan  ini bakal  lebih aman dilaksanakan  ketika bayi telah  berumur di atas umur  1 tahun. Itu juga  tetap dengan hati-hati dan dengan memerhatikan sejumlah  hal.

Jika Si Kecil masih berusia di bawah 1 tahun, paling  tidak dianjurkan untuk  Bunda untuk istirahat  seranjang dengannya. Bahayanya dapat  muncul ketika  Bunda terbius  berbalik badan dan menimpa Si Kecil. Hal ini dapat  menghambat jalur pernapasannya dan membuatnya terjepit. Bahkan, Si Kecil dapat  terjatuh dari lokasi  tidur sebab  tergeser tubuh Bunda. Tentunya ini riskan  karena dapat  meningkatkan risiko kematian seketika  (SIDS).

Sebenarnya, selain kelaziman  tidur seranjang, ada sejumlah  faktor yang menambah  sindrom kematian seketika  pada bayi, yakni  bayi yang bermunculan  dari ibu yang merokok, minum alkhohol dalam jumlah yang berlebihan, memakai  obat sekitar  kehamilan dan sesudah  melahirkan, dan mempunyai  keluarga yang pernah merasakan  SIDS.

Nah, sebab  salah satu penyebab timbulnya  sindrom kematian seketika  pada bayi ialah  kebiasaan istirahat  seranjang dengan orang tuanya, dokter tidak menyarankan  orang tua guna  tidur bareng  bayi di kasur yang sama, terlebih andai  usia bayi masih tidak cukup  4 bulan.

Cara Tidur Bersama Bayi yang Aman
Jika memang Bunda hendak  tidur bareng  Si Kecil, maka ada sejumlah  hal yang me sti diacuhkan  untuk meminimalisir  risiko bayi merasakan  sindrom kematian mendadak, di antaranya:

Jika bayi masih berusia tidak cukup  dari 4 bulan usahakan  hindari istirahat  seranjang, namun  Bunda masih dapat  tidur sekamar dengan bayi dengan ranjang atau lokasi  tidur yang dipersiapkan eksklusif  untuknya. Tidak disarankan  menempatkan benda-benda keras maupun lembut, laksana  mainan, boneka, guling, di area lokasi  tidurnya.
Jika Bunda telah  tidur seranjang dengan Si Kecil, pastikan posisi tidurnya telentang dan tidak boleh  biarkan bayi istirahat  tengkurap. Pastikan pun  pakaian yang dipakai  nyaman dan tidak terlampau  tebal supaya  Si Kecil tidak kepanasan. Saat Si Kecil tidur, tidak boleh  selimuti unsur  kepalanya ya, Bun.

Hindari istirahat  seranjang dengan Si Kecil andai  Bunda atau Ayah sedang paling  lelah, sehabis mengonsumsi alkohol, atau memakai  obat-obatan yang mengakibatkan  kantuk atau istirahat  pulas.
Pastikan lingkungan kamar dan lokasi  tidur bersih, nyaman, bersuhu hangat, dan bebas dari asap rokok.
Itulah penjelasan tentang  bahaya istirahat  seranjang dengan bayi yang me sti Bunda ketahui dan bagaimana teknik  meminimalkan risikonya. Jika Si Kecil masih berusia di bawah 1 tahun, memang lebih aman andai  ia istirahat  di lokasi  tidurnya sendiri. Namun bila   Si Kecil jadi susah  tidur atau tidak jarang  terbangun, tidak boleh  ragu guna  berkonsultasi dengan dokter ya, Bun.

Post a Comment

0 Comments